22 Okt 2010

Dasar Teori Kation Golongan I

Naah.... Bagi Bagi ente2 yang belajar tentang Kimia, Khusunya praktikum Kimia Dasar di Akademi Farmasi, ane kasih ni dasar teorinya yang ane dapat di buku2 yang ane baca. Kemungkinan besar disuruh cari ama dosen kalian dasar teorinya kalo mau praktikum Kimia Dasar ( pengalaman ane dan senior2 ane di Akademi Farmasi Pemprov NAD ). Ane post kan ini karena ane tau cape cari ntu di buku2. OK daah jangan banyak bacot, langsung ja ke dasar teorinya yang ane ambil dari 3 buku yang berbeda ( dalam hati ente2 pada khan? ):



1.       Pada dasarnya analisa kualitatif ada pemeriksaan pendahuluan X menghasilkan hasil kesimpulan sementara. Jadi, analisa sesungguhnya yang harus menghasilkan kesimpulan design Eif.

Reaksi selektif adalah reaksi yang terjadi atas sekelompok bahan yang berbeda-beda, misalnya : ion Ce- bukan hanya satu macam kation tetapi tiga macam, yaitu : Ag+, Pb2+ dan Hg+.

                                                                                                                                                                    ( W. Harjdi; 1986; 45 )



2.       Kation  golongan I membentuk endapan dengan asam klorida  encer. Ion-ion ini timbel mekarium (I) (raksa) dan perak pereakso golongan endapan putih timbel klorida, Pb Cl2, merkurium (L) klorida Hg2 dan perak klorida Hg Cl.

Kation golongan I membentuk klorida-klorida yang tidak larut. Namun, timbel klorida sedikit larut dalam air karena itu timbel tidak pernah mengendap dengan sempurna bila ditambahkan asam klorida encer kepada suatu cuplikan. Di antara sulfat-sulfat, timbal sulfat praktis  tidak larut, sedangkan perak sulfat larut lebih banyak. Kelarutan merkurium (I) sulfat terletak di antara kedua zat di atas. Timbal adalah logam yang berwarna abu-abu kebiruan dengan larutan ang tinggi (11,40g ml-1 pada suhu kamar) dan mudah larut dalam asam nitratyang sedang pekatnya (8m) dan terbentuk juga nitrogen oksida. Perak adalah logam putih rapatannya tinggi (Lu,5g ml-1).

                                                                                                              ( G. Svehla; Edisi 5; 203-217 )



3.       Perak merupakan senyawa putih mengkilat lembut dan dapat ditempa dengan listrik  dan termal yang tinggi. Perak hanya dapat bereaksi denga sulfat dan H2S yang akan menghitamkan permukaan perak. Tempel diperoleh denga cara yang sama dengan timah. Unsur ini bersifat tidak reaktif dan tidak larut dalam HCl pekat dan H2SO4 Cl, tetapi bereaksi lambat dengan asam nitrat.

Merkuri merupakan logam yang pada suhu kamar berbentuk cair. Ditemukan dalam bentuk senyawa HgS.

Senyawa ion tadi dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Kation berasal dari ion tunggal, unsur logam dengan bilangan oksida sama dengan muatannya atau dari poliatum.
Contoh : NH42+, Hg22+.

·         Pb (plumbum) / timbal
Ø  Bersifat padat dan putih kebiruan
·         Hg (hidargirum) / timbel
Ø  Bersifat cair dan putih kepekaan
·         Ag (argentum) / perak
Ø  Bersifat padat dan putih kepekaan

( Sri Wahyu; 1998; 23 )



Daftar Pustaka :
Ø  Harjadi. W, “Ilmu Hukum Dasar”, PT. Gramedia, Jakarta, 1986
Ø  Svehla. G, “Vogel Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semi Makro”,  PT. Taman Media Pusat, Jakarta
Ø  Lestari. Sri, “Mengurai Susunan Periode Unsur Kimia”,


  Semoga bermanfaat bagi ente...1
Eeiitss.... Jangan lupa tinggalkan komentar gan ya!!!

1 komentar: